Modernisasi Peternakan Dimulai dari Desa, BRMP Yogyakarta Gelar Bimtek Budidaya Unggas di Bantul
BANTUL - (31/07.2026) Dalam upaya meningkatkan kapasitas peternak unggas sekaligus mendukung ketahanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul menyelenggarakan Bimbingan Teknis Diseminasi Modernisasi Budidaya Ternak Unggas Spesifik Lokasi selama bulan Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BRMP DIY dan diikuti oleh Kelompok Tani Temungkul Farm (Manding, Sabdodadi, Bantul), Kelompok Tani Maharani (RT 09 Manding, Sabdodadi, Bantul), serta Kelompok Tani Guyup Rukun (Gunturan, Triharjo, Pandak, Bantul).
Bimbingan teknis bertujuan memberikan motivasi, pengetahuan, dan keterampilan kepada peternak dalam menerapkan budidaya unggas yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan maupun lokasi yang tersedia sebagai usaha peternakan produktif guna mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, narasumber BRMP DIY menjelaskan bahwa keberhasilan usaha peternakan unggas ditentukan oleh empat komponen utama, yaitu genetik, lingkungan, pakan, dan manajemen pemeliharaan. Pemilihan jenis unggas harus disesuaikan dengan tujuan usaha. Untuk produksi daging, ayam kampung persilangan atau Joper dinilai lebih menguntungkan karena memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibanding ayam kampung biasa.
Selain faktor genetik, kondisi kandang juga menjadi perhatian penting. Kandang yang ideal harus memiliki atap yang tidak bocor, lantai lebih tinggi dari permukaan tanah agar tetap kering, ventilasi yang memadai, konstruksi yang kuat dan aman, serta pencahayaan matahari yang cukup. Lingkungan kandang yang baik akan mendukung kesehatan ternak sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Materi lainnya menekankan pentingnya pemberian pakan sesuai fase pertumbuhan ayam. Ayam fase starter membutuhkan kandungan protein sekitar 19–22 persen, fase grower 16–19 persen, sedangkan ayam petelur (layer) memerlukan 16,5–18 persen protein. Pemberian pakan harus disesuaikan dengan umur dan perkembangan bobot badan. Apabila pertumbuhan ayam tidak sesuai target, peternak perlu melakukan evaluasi terhadap kualitas pakan maupun kondisi kesehatan ternak.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan usaha peternakan unggas, mulai dari manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga pengelolaan kandang.
Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, narasumber BRMP DIY juga membuka ruang konsultasi di luar kegiatan melalui layanan WhatsApp. Langkah ini diharapkan dapat memberikan bimbingan lanjutan bagi kelompok ternak sehingga penerapan teknologi budidaya unggas modern dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas, kesejahteraan peternak, serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Bantul.