Penanaman PM-AAS Dilaksanakan di Demplot BPP Wilayah VIII Sleman
SLEMAN - (18/09/2026) Penanaman padi dengan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) telah dilaksanakan di lahan demplot Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah VIII Sleman yang mencakup wilayah Kecamatan Prambanan dan Kalasan.
Pada kegiatan penanaman tersebut, benih padi varietas MD70 digunakan sebagai bahan tanam. Atabela yang digunakan berasal dari salah satu kelompok tani di Kecamatan Kalasan dengan perbandingan 6:1. Jarak antarbarisan benih berkisar 17–20 cm, dengan jarak legowo 40 cm.
Sebelum penanaman dilakukan, lahan terlebih dahulu dipersiapkan melalui pemberian herbisida dan proses perendaman. Penanaman PM-AAS dilaksanakan pada lahan demplot dengan luas sekitar 1.500 m². Setelah benih ditaburkan, dilakukan pemberian pupuk organik sebagai bagian dari tahapan awal pemeliharaan tanaman. Selanjutnya, pada tahap perawatan pascatumbuh, dilakukan aplikasi herbisida untuk membantu pengendalian gulma.
Demplot PM-AAS ini tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan penanaman, tetapi juga sebagai sarana uji coba penerapan sistem sebelum diadopsi secara lebih luas oleh kelompok tani. Sebagai pembanding, penanaman padi secara konvensional akan dilakukan pada lahan yang berada di sebelah demplot PM-AAS. Kedua sistem tersebut nantinya akan diamati dan dibandingkan, antara lain dari aspek pertumbuhan, produktivitas, serta hasil penerapan sistem budidaya.
Melalui kegiatan demplot ini, penerapan PM-AAS diharapkan dapat memberikan gambaran secara nyata mengenai pelaksanaan sistem di lapangan. Hasil pengamatan dan perbandingan antara PM-AAS dengan sistem konvensional selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penerapan PM-AAS pada lahan sawah kelompok tani di wilayah Kalasan dan Prambanan secara lebih luas.