BRMP DIY Perkuat Pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian di Gunungkidul
GUNUNGKIDUL - (08/07/2026) – BRMP DIY menggelar Sosialisasi Program serta Monitoring Lapangan Luas Tambah Tanam (LTT) PM-AAS di Aula KSPPS BMT Ummat Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional dengan melibatkan penyuluh pertanian sebagai pendamping utama petani dalam penerapan teknologi budidaya modern.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BRMP DIY, Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si.**, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidu, yang diwakili Danang Sutopo, S.Hut., , penyuluh pertanian, serta Tim Satgas Swasembada Pangan BRMP DIY.
Dalam arahannya, Dr. Soeharsono menyampaikan bahwa BRMP DIY telah membentuk Tim Satgas Swasembada Pangan untuk mendukung percepatan LTT padi di Gunungkidul. Ia menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mendampingi petani dan diminta memanfaatkan telepon pintar sebagai sarana komunikasi dan koordinasi.
Ia juga menjelaskan bahwa teknologi PM-AAS yang diperkenalkan pada ajang PENAS berpotensi menghasilkan produktivitas lebih dari 10 ton gabah per hektare. DIY menargetkan penerapan PM-AAS seluas 10.092 hektare pada periode Juli–September, dengan demonstrasi awal telah dilakukan di Imogiri, Bantul. Menurutnya, penerapan PM-AAS memerlukan pengelolaan budidaya yang presisi, termasuk pengaturan air, pemupukan, pH tanah, dan C-organik. Karena itu, penyuluh diminta menyiapkan data dasar wilayah binaan sebagai landasan penerapan teknologi tersebut.
Sementara itu, Danang Sutopo, S.Hut., menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam mengawal pembangunan pertanian daerah. Capaian luas tanam padi, , menjadi salah satu indikator kinerja daerah yang perlu terus ditingkatkan melalui sinergi semua pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Bagus Dermawan, STP., M.Eng. menyampaikan realisasi kesanggupan para penyuluh dalam mendukung pelaksanaan LTT PM-AAS di lapangan. Ia menegaskan bahwa penyuluh siap mengawal percepatan tanam, melakukan pendampingan teknis kepada petani, serta memastikan data dan kondisi lapangan dapat terpantau secara berkala agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Pada sesi materi, Kurnianita, S.Pi., M.A. memaparkan mekanisme Bantuan Pemerintah (Banpem) berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2026, sedangkan Agung Iswadi, S.Si., M.Si. menjelaskan implementasi teknologi PM-AAS sebagai pendekatan budidaya modern yang efisien dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BRMP DIY berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani semakin kuat dalam mendukung peningkatan luas tanam, produktivitas, dan swasembada pangan nasional.