BRMP DIY Perkuat PM-AAS di Kulon Progo, 52 Kelompok Tani Pengasih Terima Dukungan Sarana Produksi
KULON PROGO - (30/10/2026) Kementerian Pertanian melalui BRMP DIY terus memperkuat implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) guna meningkatkan produktivitas dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi PM-AAS sekaligus penyerahan bantuan benih, pupuk silika, pupuk organik, serta alat tanam benih langsung (Atabela) atau Drum Seeder di BPP Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Program ini menjangkau 52 kelompok tani di Kapanewon Pengasih.
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc., menyampaikan bahwa PM-AAS menjadi salah satu strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan El Niño 2026 yang berdampak pada penurunan luas pertanaman nasional sebesar 2,6 persen.
“PM-AAS mulai menunjukkan hasil nyata. Produktivitas mencapai 9,5 ton per hektare di Gunungkidul, 10 ton per hektare di Bantul, dan 10 ton per hektare di Jembrana, Bali,” ungkapnya.
Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. I Gusti Ketut Astawa, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa PM-AAS merupakan bagian dari arahan Menteri Pertanian untuk mendorong pertanian modern sebagai solusi ketahanan pangan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya pengawalan dan pendampingan petani, terutama oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), agar kebutuhan benih, pupuk, obat-obatan, serta alat dan mesin pertanian dapat terpenuhi sesuai ketentuan.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan benih diserahkan kepada perwakilan Gapoktan oleh jajaran Kementerian Pertanian, BRMP DIY, Dinas Pertanian dan Pangan DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kulon Progo, serta Koordinator Tim Kerja Kabupaten Kulon Progo. Sementara itu, perwakilan Kepala BRMP DIY, Utomo Bimo Bekti, S.P., menyerahkan Atabela dan pupuk silika kepada Koordinator PPL Pengasih untuk selanjutnya didiseminasikan kepada kelompok tani di wilayah binaan masing-masing.
Melalui PM-AAS, BRMP DIY mendorong percepatan adopsi teknologi pertanian modern, penguatan kapasitas petani, serta optimalisasi sarana produksi guna meningkatkan hasil panen. Sinergi pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani diharapkan menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.