Tanam Padi Metode PM-AAS Kepala BRMP DIY Kuatkan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta
YOGYAKARTA - (10/08/2026) Penanaman padi metode PM AAS dilaksanakan di lahan persawahan KT. Ngudi Laras, Umbulharjo Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Kepala BRMP DIY, Kelsi Penyuluhan Pertanian DIY, Katimker Kinerja Penyuluhan Pertanian DIY, Katimker Administrasi Penyuluhan Pertanian DIY, Kepala Bidang Pertanian, Ketua Tim Kerja Administrasi dan Kinerja Penyuluh Kota Yogyakarta, Ketua Tim Kerja Bimbingan Usaha Pertanian, Koordinator BPP Kota Yogyakarta, dan Penyuluh Pertanian Lapangan Kota Yogyakarta. Penanaman dilakukan menggunakan alat tanam benih langsung (Atabela) dengan varietas padi Cakrabuana di lahan seluas 0,3 Ha.
PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) adalah sistem budidaya padi modern yang diperkenalkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Model ini menggabungkan mekanisasi, teknologi digital, dan pertanian presisi untuk mendongkrak produktivitas padi hingga mencapai target minimal 10 ton per hektar demi mendukung swasembada pangan.
Prinsip dan Teknik Utama PM AAS meliputi :
• Tanam Benih Langsung (TABELA): Menggunakan alat seperti drum seeder atau penaburan berbasis drone agar proses tanam lebih cepat dan efisien.
• Populasi Tanam Rapat: Mengatur jarak tanam yang sangat rapat (populasi bisa mencapai 800 ribu hingga 1,2 juta rumpun per hektar) untuk mengoptimalkan ruang tumbuh dan hasil malai.
• Mekanisasi Penuh: Memanfaatkan alat dan mesin pertanian modern mulai dari pengolahan tanah (traktor) hingga panen (combine harvester).
• Pengaturan Air dan Pemupukan Presisi: Mengelola irigasi berselang (AWD) serta pemberian pupuk (seperti NPK, Urea, dan Silika) yang disesuaikan secara ketat dengan fase pertumbuhan tanaman.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BRMP DIY Dr. Soeharsono, S.Pt, M.Si menyampaikan dukungan penuh Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan nasional dalam wujud penyediaan sarana produksi meliputi alat Tabela, pupuk hayati dan pupuk silika. Dukungan dari pusat berupa alokasi pupuk Urea 300 kg/ha dan NPK 400 kg/ha, update data melalui e-RDKK disiapkan PPL setelah sistem dibuka oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan.
Harapannya dengan penanaman metode PM AAS ini dapat meningkatkan produktivitas hasil panen mencapai 10 Ton/Ha. Pendampingan dari PPL dilakukan secara intensif dengan peningkatan waktu kunjungan dan pengawalan kegiatan di lapangan. Kelompok tani merasa sangat terbantu dengan bantuan dan pendampingan yang diberikan dan berupaya keras untuk mencapai target hasil yang telah ditetapkan. (RJ-2026)