Dorong Produktivitas Padi, PM-AAS Diterapkan di Kelompok Tani Dadi Rukun Sleman
SLEMAN – (09/09/2026) Penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) terus didorong di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi sekaligus menjawab tantangan penurunan Luas Tambah Tanam (LTT).
Implementasi PM-AAS dilakukan melalui kegiatan tanam padi di Kelompok Tani Dadi Rukun, Kurahan III, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP DIY, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.
Dalam sambutannya, Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyampaikan bahwa DIY menunjukkan respons positif terhadap penerapan PM-AAS. Di tengah kecenderungan penurunan LTT, penerapan sistem pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi hingga lebih dari 9 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Secara nasional, PM-AAS ditargetkan mencapai 1 juta hektar, sementara DIY menyatakan kesanggupan mendukung pelaksanaan hingga 20 ribu hektar.
Bupati Sleman turut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus memberikan pelayanan dan dukungan kepada petani dalam mengembangkan inovasi pertanian. Bahkan, anggaran tahun 2027 direncanakan mengalokasikan reward bagi petani yang berhasil melakukan inovasi dan memberikan dampak positif bagi pertanian.
Inovasi alat dan teknologi pertanian yang diterapkan di Kelompok Tani Dadi Rukun diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya. Kolaborasi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan penerapan pertanian modern.
PM-AAS salah satunya dilakukan melalui optimalisasi populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam. Pola tanam yang tepat diharapkan mampu meningkatkan jumlah tanaman produktif dalam satuan luas sekaligus memberikan ruang bagi cahaya matahari untuk masuk secara optimal. Peningkatan populasi tanaman juga perlu diikuti dengan penyesuaian pemupukan serta pengelolaan hama dan penyakit tanaman.
Direktur Perbenihan menekankan bahwa penerapan PM-AAS secara luas diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan DIY. Jika penerapannya dapat menjangkau sekitar 50 persen lahan pertanian di DIY, kontribusinya terhadap peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan daerah diharapkan semakin signifikan, dengan tetap memperhatikan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan pertanian modern, BRMP Yogyakarta juga menyerahkan bantuan pupuk hayati kepada petani untuk mendukung pengelolaan budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Melalui sinergi dan dukungan seluruh pihak, penerapan PM-AAS diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga mendorong pertanian DIY yang semakin modern, inovatif, efisien, dan berkelanjutan (Irawati).