Desa Mandiri Benih (DMB) Wujudkan Kemandirian Petani Akses Benih Unggul Bersertifikat
SLEMAN-(16/04/2026) Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BBRMP DIY, Dr. Ch. Astri Wirasti, SP., M.Sc hadiri Panen Perbenihan Desa Mandiri Benih di lahan KT Sido Makmur, Kali Pentung, Berbah, Sleman pada hari ini Kamis (16/04/2026). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Benih Tanaman Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Penyuluh BP4 Wilayah VII Berbah, Dukuh Kali Pentung serta pengurus dan anggota Gapoktan wilayah Kalitirto.
Ketua KT Sido Makmur, Purwadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Perbenihan atas bantuan yang sudah disampaikan. Kegiatan Desa Mandiri Benih ini merupakan Program Direktorat Perbenihan Kementerian Pertanian yang dimulai sejak bulan Oktober 2025 dengan luas tanam 10 ha. Melalui kegiatan Desa Mandiri Benih, KT Sido Makmur mendapatkan bantuan sejumlah Rp. 68.300.000,- yang berbentuk benih, pupuk, pestisida serta sarana produksi lainnya. Varietas yang ditanam pada kegiatan ini antara lain Inpari 47, Situ Bagendit dan Logawa. Hasil ubinan tertinggi pada verietas Logawa, diikuti Situ Bagendit dan Inpari 47. Dalam Kegiatan Desa Mandiri Benih ini, KT Sido Makmur bekerjasama dengan PB Usaha Tani yang akan mengokupasi hasil panen yang diperoleh. Melalui kegiatan Desa Mandiri Benih, petani mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi karena harga jual diatas harga gabah konsumsi dengan pasar yang lebih terjamin. Selain itu, serangan OPT lebih rendah karena jadwal tanam yang serentak.
Direktur Benih Tanaman Pangan, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc. berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga status KT Sido Makmur dapat meningkat dan masuk ke dalam kategori pengembang. Kedepannya, KT Sido Makmur diharapkan mampu menjadi kelompok tani penangkar yang dapat menyediakan benih bermutu secara mandiri, serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Kegiatan ditutup dengan diskusi dan menikmati hidangan berupa sego wiwit yang menjadi tanda rasa syukur petani kepada Tuhan dan penghormatan pada bumi atas hasil panen yang sudah diberikan.