BRMP YOGYAKARTA DAMPINGI DI KUB TIWI MANUNGGAL KOKAP KULONPROGO TERAPKAN SNI 6729:2016
KULONPROGO-(10/03/2026) Lahan seluas 18,15 ha telah diajukan sertifikasi SNI 6729:2016 oleh KWT Giriloji-Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tiwi Manunggal sejak tahun 2025. Dukungan anggaran dari Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian RI beserta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY dan Dinas Kabupaten Kulonprogo, BRMP DIY turut melakukan pendampingan di Kelompok tani dalam hal perbaikan hasil temuan Lembaga Sertifikasi Organik (ICERT). Usulan produk yang disertifikasi pada Lembaga tersebut Adalah kelapa, manggis, gula kelapa cetak, dan gula kelapa serbuk. Sedangkan produksi yang disertifikasi meliputi produksi kelapa dan manggis ( on farm ) dan produksi gula kelapa cetak dan serbuk ( off farm ).
Sertifikat ini merupakan pencapaian penting yang memperkuat daya saing produk kelompok tani. Diharapkan dengan diterimanya sertifikat SNI tersebut, produk gula kelapa dapat bersaing di pasar domestik dan mendorong pelaku usaha lain di Yogyakarta untuk menerapkan standar yang sama, selaras dengan program peningkatan kualitas pertanian oleh Kementerian Pertanian. Sepanjang 2025-2026, BRMP Yogyakarta melakukan pendampingan untuk memastikan penerapan standar SNI dan sistem manajemen mutu pada setiap tahap produksi, mulai dari pengendalian mutu bahan baku hingga pengemasan. Setelah Sertifikat SNI diperoleh, kelompok ini berkeinginan melanjutkan SNI Internasional supaya produk Gula Semut bisa dipasarkan di luar Indonesia. Saat ini calon buyer Gula Semut sudah menunggu produk yang bersertifikat Internasional. Oleh karena itu, kelompok meminta pada pendamping untuk melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan keberlanjutan anggaran sertifikasi Internasional di tahun 2026 ini.
Setelah melakukan pertemuan dengan pengurus kelompok, tim pendampingan melanjutkan monitoring ke anggota kelompok yang memproduksi gula kelapa. Proses pembuatan yang dilakukan masih mengikuti SOP pengolahan Gula Kelapa, antara lain: bahan campuran nira dari laru manggis, bahan bakar dari kayu bakar, peralatan yang digunakan tidak mengandung bahan logam berat serta alat pencetak gula dari tempurung kelapa.