BRMP DIY Siap Menghadapi Musim Kemarau 2026
YOGYAKARTA-(17/03/2026) Koordinasi yang dilaksanakan di DPKP DIY ini merupakan bentuk antisipasi kejadian kekeringan akibat musim kemarau. Kadis DPKP DIY dalam sambutannya menyatakan perlunya koordinasi antar sektor untuk menghadapi musim kemarau (MK) mendatang. Mempertahankan swasembada pangan menjadi tugas yseluruh stakeholder. Oleh karena itu Direktur Perbenihan kembali mengajak untuk bersama-sama menentukan strategi menghadapi MK agar tidak terjadi kekeringan. Salah satu strateginya melalui percepatan tanam, perlu bimbingan agar air dapat dikelola semaksimal mungkin. Disampaikan Narasumber dari stasiun Klimatologi BMKG bahwa berdasarkan data anomali suhu muka laut terpantau di awal maret 2026 indeks IOD menunjukkan tidak ada pasokan air yang signifikan, demikian pula prediksi ENSO juga menunjukkan hal yang sama.
Terdapat indikasi akan terjadi El Nino lemah-moderat di bulan Mei - Juli dengan peluang 50-60%. Prediksi awal MK dominan DIY di dasarian III April, hanya sebagian kecil yg dasarian I Mei. Puncak MK diprediksi Agustus 2026 serta diperkirakan MK 2026 berada di bawah normal atau lebih kering dibandingkan normalnya. Durasi MK diprediksi umumnya 19-21 dasarian. Hampir seluruh DIY berakhirnya MK di awal November kecuali sebagian kecil Kulon Progo. Menanggapi hal tersebut Ka BBRMP Yogyakarta menyampaikan bahwa pendekatan yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan wilayah yang tidak sepenuhnya tergantung pada curah hujan. Dengan kondisi dihadapkan pada resiko kekeringan maka hendaknya dibuat neraca air untuk mengoptimalkan pemanfaatan curah hujan untuk pertanaman.
Pada sesi diskusi terangkat wacana bagaimana strategi jika terjadi El Nino lemah di Mei-Juli, sementara bulan Juni ada di periode panen. Hal yang perlu diperhatikan adalah skenario musim tanam saat puncak MK sekitar Agustus hingga ke akhir musim kemarau di awal November. Demikian pula perlu mengoptimalkan pertanaman di wikayah daerah irigasi dengan percepatan tanam sehingga bisa segera tanam sebelum debit air makin berkurang.