BRMP DIY Dukung Penguatan Kapasitas Penyuluh Swadaya DIY Untuk Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim
Bantul–(7/04/2026) Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian terus dilakukan melalui kegiatan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim yang diselenggarakan di UPTD BPSDMP DIY, Jararan, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh swadaya dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan penyuluh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang berdampak pada sektor pertanian dengan narasumber dari Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian DI Yogyakarta (BRMP DIY).
Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama membahas Pengenalan Efek Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang disampaikan oleh Agung Iswadi, S.Si., M.Sc. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan dinitrogen oksida (N₂O) merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan suhu bumi. Kondisi tersebut dapat memicu perubahan pola iklim, seperti pergeseran musim, perubahan curah hujan, hingga meningkatnya kejadian cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian.
Sesi kedua disampaikan materi Teknologi Panen Air oleh Eko Srihartanto, S.P., M.Sc. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa teknologi panen air merupakan salah satu strategi adaptasi yang dapat diterapkan untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air, khususnya pada musim kemarau. Teknologi ini memanfaatkan air hujan yang ditampung dan disimpan melalui berbagai metode, seperti pembangunan embung, sumur resapan, maupun sistem penampungan air lainnya. Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mendukung ketersediaan air bagi kegiatan budidaya pertanian secara berkelanjutan.
Sesi terakhir disampaikan oleh Utomo Bimo Bekti, S.P. dengan materi Teknologi Budidaya Pertanian dalam Menghadapi Dampak Perubahan Iklim. Penerapan inovasi dan teknologi budidaya sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim. Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap cekaman iklim, pengelolaan tanah dan air secara efisien, serta penerapan teknik budidaya yang adaptif terhadap kondisi lingkungan yang dinamis.
Melalui kegiatan pelatihan ini, para penyuluh swadaya diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menyampaikan informasi serta inovasi teknologi kepada para petani di wilayah binaannya. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas penyuluh dan pelaku pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, diharapkan sektor pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat semakin tangguh serta mampu menjaga keberlanjutan produksi pangan di masa mendatang.